Minggu, 30 Agustus 2026

Peran PT, BRIN, K/L dalam Karhutla??

 Karhutla beberapa waktu terakhir ini memang parah karena kondisi cuaca dan iklim yang memang mendukung untuk hal tersebut terjadi. Ditambah perilaku masyarakat yang tidak terpuji misal membuang puntung rokok sembarangan, membuang pecahan kaca seenak sendiri, membakar hutan untuk tujuan perkebunan atau pertanian dll. Sebagian ilmuwan, praktisi dan aparatur pemerintah sudah cuap cuap ke sana kemari untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat mengapa itu terjadi dan bagaimana mengatasinya. Tidak mudah memadamkannya dengan cara cara konvensional seperti yang dilakukan pada karhutla sebelumnya (misal tahun 2015/2016 dan 2019). Udara yang kering akibat kelembapan udara yang rendah atau turun tajam daripada biasanya memudahkan terjadinya peristiwa tersebut.


Generasi muda harus turut memikirkan hal tersebut. Banyak permasalahan bangsa yang harus dibereskan tidak hanya dengan cuap cuap namun dengan tindakan nyata. Tekuni sains dan teknologi serta matematik dan rekayasa dengan sepenuh hati dalam upaya turut memadamkan karhutla. Edukasi masyarakat bisa dilakukan sejak usia dini mengingat wilayah kita merupakan cincin api yang demikian rentan terhadap bencana alam baik di darat, laut, maupun di udara.

BRIN juga harus bisa turut menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya sudah diketahui sejak lama bahwa karhutla tersebut selalu berulang. Segenap penelitian dan inovasi  harus diarahkan untuk menyelesaikan permsalahan bangsa dari mulai yang umum sampai dengan yang spesifik. 

Kementrian dan lembaga negara termasuk TNI, Polri, BMKG, BNPB, Pemda bisa bersinergi dan berkoordinasi menyelesaikan masalah lapangan. Sebagian bisa bertindak saat kebakaran berlangsung dan sebagian yang lain bertindak pasca karhutla ini. Misalnya kementrian kehutanan dan pertanian. Penggunaan teknologi drone untuk menyemai bibit pohon atau tanaman budidaya dapat ditempuh. Betapa indahnya persatuan dan kesatuan untuk senasib sepenanggungan melakukan yang terbaik bagi negeri kita tercinta ini. Ingat lagu wajib Padamu Negeri khan??

Sabtu, 22 Agustus 2026

Penanganan kesehatan bagi para korban terdampak Karhutla

 Sebenarnya tulisan ini seharusnya disampaikan oleh ahli kesehatan, dokter dan pihak yang berkompeten namun saya pikir barangkali dengan cara yang saya sampaikan ini bisa menjangkau para pihak terdampak kebakaran hutan dan lahan. Cara ini saya tempuh mengingat dari berbagai berita khususnya dari media cetak belum ada atau mungkin sudah ada pemberitahuan namun belum secara masif dan terstruktur disampaikan. Semoga bermanfaat, silahkan disimak. 

Gambar para mahasiswa sedang berusaha menyelesaikan masalah

Bila sekiranya belum disebarkan, silahkan dikomunikasikan ke semua pihak khususnya yang berkompeten dan  agar disebarkan kembali ke pihak pihak yang membutuhkan. https://docs.google.com/document/d/1hMEf4eQpMDBm92VrIN0JYFF5EddxFHIB/edit?usp=sharing&ouid=117283136415983635208&rtpof=true&sd=true

Selasa, 14 Juli 2026

Jejak karbon mahasiswa ITB seri Juni 2026

Akhir Mei dan awal Juni 2026 kemarin, saya mengadakan survey jejak karbon kepada para mahasiswa ITB kelas Agrometeorologi yang menghasilkan sejumlah pemahaman bagaimana pandangan mahasiswa terhadap masalah pemanasan global dan perubahan iklim ini yang akan berdampak kepada umat manusia sehingga setiap individu mempunyai kewajiban untuk turut mengendalikannya melalui sejumlah Aksi Iklim. Survey yang bertujuan sama saya lakukan juga di kelas kelas yang lain. Publikasinyapun juga dilakukan di luar negeri, satu wujud chapter dalam buku terbitan Springer Nature dan satu di ITSF. Berikut ini saya tampilkan hasil survey tersebut di atas.

https://docs.google.com/document/d/12sQclVwZPGSrctYWmLmnH5cUgB6WwB95/edit?usp=sharing&ouid=117261227231862513177&rtpof=true&sd=true

Selasa, 07 Juli 2026

Hasil kuesioner Klimatologi Pertanian

Berikut adalah analisis hasil kuesioner berdasarkan data dari 55 responden mahasiswa yang mengisi kuesioner beberapa waktu yang lalu.  Secara umum, jawaban menunjukkan pemahaman yang sangat komprehensif mengenai hubungan antara unsur iklim dan sektor pertanian.
1. Definisi Agroklimatologi vs Klimatologi Umum
Analisis:
Mahasiswa mampu membedakan bahwa agroklimatologi bersifat aplikatif. Sementara meteorologi/klimatologi fokus pada fisik atmosfer secara luas, agroklimatologi dipahami sebagai studi spesifik tentang interaksi timbal balik antara kondisi atmosfer dan objek pertanian (tanaman, ternak, hama).
· Poin Kunci: Fokus pada "respons tanaman" terhadap cuaca.

2. Pengaruh Unsur Iklim terhadap Tanaman
Analisis:
Jawaban responden sangat detail dalam merinci mekanisme biologis:
· Radiasi matahari: Dikaitkan erat dengan energi untuk fotosintesis.
· Suhu: Dipahami sebagai pengatur laju metabolisme dan transpirasi.
· Curah hujan: Sebagai penyedia ketersediaan air tanah.
· Kelembapan: Dikaitkan dengan keseimbangan air dan risiko serangan patogen (jamur/bakteri).

3. Parameter utama di wilayah tropis (curah hujan)
Analisis:
Responden sepakat bahwa di Indonesia, suhu cenderung stabil (konstan), sehingga curah hujan menjadi faktor pembatas utama (determinan).
· Alasan: Menentukan ketersediaan air di lahan tadah hujan dan menjadi penentu utama pergeseran musim tanam.

4. Variabilitas iklim dan perencanaan budidaya
Analisis:
Mahasiswa memahami bahwa ketidakpastian iklim (anomali) meningkatkan risiko gagal panen.
· Dampak: Variabilitas memaksa petani untuk fleksibel dalam pemilihan varietas (misal: varietas tahan kekeringan saat El Niño) dan penyesuaian pola tanam agar tidak terjadi mismatch antara kebutuhan air tanaman dan ketersediaan air alam.

5. Peran data iklim jangka panjang
Analisis:
Data historis dipandang sebagai alat proyeksi dan mitigasi.
· Fungsi: Menentukan tipologi iklim suatu daerah untuk perencanaan infrastruktur (irigasi), penentuan komoditas unggulan daerah, dan meminimalkan risiko kerugian investasi pertanian dalam jangka panjang.

6. Penyusunan kalender tanam
Analisis:
Informasi iklim digunakan untuk memetakan awal musim hujan (AMH) dan awal musim kemarau (AMK).
· Output: Penentuan waktu olah tanah, penyemaian, dan pemanenan yang tepat guna menghindari serangan hama atau kekeringan di fase kritis pertumbuhan.

7. Dampak El Niño dan La Niña di Indonesia
Analisis:
Responden memiliki pemahaman yang tajam mengenai fenomena ini:
· El Niño: Diidentifikasi dengan kekeringan panjang, penurunan luas tanam padi, dan risiko kebakaran lahan.
· La Niña: Diidentifikasi dengan curah hujan tinggi yang bisa menyebabkan banjir, namun di sisi lain memberikan peluang untuk meningkatkan indeks pertanaman (menanam lebih sering dalam setahun).

8. Parameter penting di stasiun agroklimatologi
Analisis:
Selain parameter standar (suhu, hujan), mahasiswa menekankan pentingnya:
· Evapotranspirasi: Untuk menghitung neraca air.
· Suhu tanah: Penting untuk perkecambahan biji.
· Kecepatan angin: Terkait dengan penyerbukan dan mekanika robohnya tanaman.

9. Perubahan iklim dan ketahanan pangan
Analisis:
Pandangan mahasiswa cenderung waspada (precautionary). Perubahan iklim dianggap sebagai ancaman serius yang dapat menyebabkan:
· Degradasi sumber daya lahan.
· Pergeseran zona ekologi (tanaman tidak lagi cocok ditanam di tempat asalnya).
· Munculnya hama/penyakit baru yang lebih ganas.

10. Peran agroklimatologi dalam pengambilan keputusan
Analisis:
Mahasiswa menyimpulkan bahwa agroklimatologi adalah "Navigasi" bagi sektor pertanian.
Kesimpulan: Tanpa ilmu ini, keputusan pertanian hanya bersifat spekulatif. Agroklimatologi mengubah pertanian dari sistem "coba-coba" menjadi sistem yang berbasis data (data-driven), efisien, dan tangguh terhadap perubahan lingkungan.
Ringkasan evaluasi:
Tingkat pemahaman mahasiswa yang mengisi kuesioner ini berada pada level sangat baik. Mereka tidak hanya menghafal definisi, tetapi mampu menghubungkan fenomena fisik atmosfer dengan proses fisiologis tanaman dan manajemen usaha tani secara praktis.

Minggu, 28 Juni 2026

Berpendidikan dan tak berpendidikan

Beberapa waktu terakhir ini muncul berbagai pendapat tentang orang dalam (ordal) yang mencoreng kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terkait jabatan struktural di BUMN. Seperti telah menjadi rahasia umum bahwa tidak jarang orang menggunakan orang dalam untuk naik jabatan atau orang dalam menarik orang yang dipercayanya untuk menduduki jabatan tertentu di suatu instansi. Sesuatu yang sudah salah kaprah. Yang mengerikan adalah ketika pengangkatan pejabat tidak melalui kajian ilmiah dan didasarkan pada pokoknya/yang penting bisa menempati/menempatkan seseorang pada jabatan mentereng sehingga dipandang superior oleh orang lain. Profesionalitas dipandang sebelah mata dan bisa diduga barangkali nantinya akan banyak masalah. Yang kasihan adalah masyarakat yang bisa jadi akan menanggung akibat langsung dan tak langsungnya dari kinerja BUMN tersebut. Barangkali hal yang saya sampaikan di bawah ini bisa menjadi sumbang saran bagi pihak pihak yang berkompeten dan pengambil keputusan ketika menempatkan seseorang pada posisi jabatan tertentu. 

Berikut ini disajikan bagaimana perbedaan antara orang yang berpendidikan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam menjalankan aksinya/mengambil keputusan.

Orang yang memiliki pendidikan

Orang yang minim kesempatan pendidikan formal

Cenderung mengidentifikasi akar masalah secara sistematis.

Cenderung mengandalkan pengalaman dan intuisi.

Menggunakan data, bukti, dan analisis dalam mengambil keputusan.

Lebih mengutamakan pengalaman praktis yang telah terbukti baginya.

Mempertimbangkan berbagai alternatif dan konsekuensi.

Sering memilih solusi yang paling cepat atau paling dikenal.

Terbiasa berpikir kritis dan mengevaluasi informasi.

Penilaian lebih banyak dipengaruhi pengalaman pribadi dan lingkungan.

Lebih terbuka terhadap pembaruan ilmu dan inovasi.

Lebih mengandalkan cara yang sudah terbiasa digunakan, meskipun tidak selalu demikian.


Senin, 05 Mei 2025

Negeri berkah

  • Sudah saatnya untuk membongkar yang palsu palsu yang sangat merugikan rakyat. Sertifikat tanah, bangunan, ijazah, profesi yang dikeluarkan oleh lembaga lembaga resmi Negara/swasta yang terindikasi kuat bermainnya para oknum berseragam sebagai bagian dari mafia sertifikat tsb harus dibenahi secara revolusioner tanpa pandang bulu. Ini akan makin menunjukkan kesamaan kedudukan setiap WNI dalam hukum dan pemerintahan secara real ke masyarakat;
  • Tindak tegas oknum aparat berseragam sebagai bagian dari mafia, kapanpun dan dimanapun, agar Indonesia kembali menjadi berjatidiri Indonesia, aman, tentram dan tidak makin menjamurnya mafia di segala bidang yang berlindung di suatu instansi;
  • Karakter dan institusi negara harus dibenahi melalui dunia pendidikan yang harus ditanamkan sejak kecil dan usia dini. Institusi harus dipegang oleh orang orang yang amanah dan mengabdi kepada kepentingan rakyat, bukan pada kepentingan kelompok dan golongan misalnya yang mengembangkan issue SARA (suku, agama, ras dan antargolongan);
  • Indonesia harus terlepas dari berbagai tindak pelanggaran hukum Negara oleh warga negaranya. Insya allah Indonesia akan makin diberkahi oleh Allah SWT.

Minggu, 06 Februari 2022

Pers dan Generasi Muda

 Beberapa waktu terakhir perkembangan teknologi informasi begitu meningkat pesat. Perubahan informasi terjadi dalam hitungan detik dan itu berasal dari seluruh penjuru dunia. Tanpa kesanggupan dalam memfilter diri terhadap paparan pemberitaan tersebut bisa berakibat tidak baik bahkan bagi perkembangan pembangunan di negeri kita. Insan-insan pers yang saat ini didominasi oleh generasi muda/millennial menyajikan berbagai macam berita dengan gencar, masif dan sering bisa memanaskan jagat informasi. Tidak jarang karena mengejar sensasional atau disampaikan secara terburu-buru (tidak ingin kalah cepat dibanding media yang lain) maka menyebabkan berita yang disampaikan tidak akurat dan bahkan bisa membunuh karakter pihak yang diberitakan. Saya yakin masih banyak insan pers yang demikian korektif dan hati-hati dalam memberitakan sesuatu. Saya juga percaya bahwa para kawula pers masih menjaga betul idealismenya. Mengingat bahwa pers/media massa merupakan salah satu bagian dari pentahelix yang sangat powerfull maka sudah sewajarnya bila pemberitaannya diberi judul yang tidak provokatif karena tidak jarang para pembaca dan pemirsanya hanya membaca judulnya saja. Celakanya kalau antara judul dengan isi pemberitaan tidak sesuai; itu yang sering menyebabkan polemik berkepanjangan. Selamat hari Pers Nasional 2022, semoga menjadi momen yang baik untuk koreksi diri dan bisa menjadi salah satu lokomotif perkembangan dan perbaikan pembangunan di tanah air. Jayalah selalu Pers Indonesia.

Peran PT, BRIN, K/L dalam Karhutla??

 Karhutla beberapa waktu terakhir ini memang parah karena kondisi cuaca dan iklim yang memang mendukung untuk hal tersebut terjadi. Ditambah...