Minggu, 01 November 2026
Kembalikan mesin pendapatan negara
Efisiensi hanya mengenal dua jalan.
Pertama, jika struktur organisasi sudah tambun, gemuk, dan lamban, maka wajib hukumnya untuk dirampingkan. Tujuannya satu: agar kembali gesit, lincah, dan responsif dalam melayani rakyat.
Kedua, jika memilih tetap dibiarkan tambun, maka tanggung jawabnya harus diperberat berlipat-lipat.
Khusus untuk BUMN, saya tegaskan dengan keras:
Target keuntungan dan dividen untuk negara harus dipatok jauh lebih tinggi. Sebaliknya, gaji, tantiem, dan seluruh pendapatan Direksi dan Komisaris wajib dipangkas secara signifikan. Tidak boleh ada lagi kesenjangan yang menganga dan tidak bermoral antara pendapatan segelintir elite di atas dengan pekerja di bawah dan ASN.
Camkan ini baik-baik: BUMN bukan perusahaan keluarga, bukan pula harta warisan nenek moyang kalian yang boleh diurus seenak perut demi memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni kalian.
Kepada para mafia ekonomi yang selama ini bersarang dan menggerogoti BUMN, ingatlah, era kalian telah berakhir.
Rombak total struktur organisasi BUMN! Kembalikan BUMN pada khitahnya sebagai mesin utama pendapatan negara dan lokomotif pembangunan nasional untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kembalikan mesin pendapatan negara
Efisiensi hanya mengenal dua jalan. Pertama, jika struktur organisasi sudah tambun, gemuk, dan lamban, maka wajib hukumnya untuk dirampingk...
-
Beberapa waktu terakhir ini muncul berbagai pendapat tentang orang dalam (ordal) yang mencoreng kepercayaan masyarakat kepada pemerintah ter...
-
Akhir Mei dan awal Juni 2026 kemarin, saya mengadakan survey jejak karbon kepada para mahasiswa ITB kelas Agrometeorologi yang menghasilkan ...
-
Kata ini sangat menjengkelkan bagi para produsen atau mereka-mereka yang cinta pada produksi dalam negeri. Ini tidak lain karena sering men...